30 Desember 2008

HEALTHY

Kenali dan Cegah

Sindroma Kardiometabolik Sejak Dini


Pernahkah Anda mendengar kata obesitas (kegemukan) atau juga kelebihan berat badan? Dalam ilmu kedokteran obesitas diartikan sebagai ketidakseimbangan jumlah makanan yang masuk dibanding pengeluaran energi oleh tubuh.


Resiko penyakit yang dapat terjadi dengan kegemukan antara lain, diabetes melitus (DM), hipertensi dan jantung. Sementara itu resiko kematian yang disebabkan oleh DM yakni stroke, coronary artery disesase, tekanan darah tinggi, kolestrol tinggi, ginjal, dan gallbladder disordes.


Beberapa waktu lalu dalam seminar tentang “Sindroma Kardiometabolik”, Arieska Ann Soenarta, SPJP, FIHA, CV Center Harapan Kita, mengatakan bahwa sindroma kardiometabolik merupakan sekumpulan faktor resiko penyakit kardiovaskular yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mendapatkan kelainan jantung, stroke dan diabetes (penyakit kencing manis).


Adapun faktor-faktor resiko terjadinya, bila seseorang didapatkan tiga atau lebih faktor resiko:

- Lingkar pinggang

- laki-laki : ≥ 90 cm

- Perempuan : ≥ 80 cm

- Tekanan darah: ≥ 130/80 mgHg

- Trigliserida: > 150 mg/dl; atau dalam pengobatan untuk hipertrigliseridemia

- Kadar HDL – C (High density lipoprotein-cholesterol)

- Laki-laki : <>

- Perempuan :<40>

- Hipertensi: > 130/85mmHg, atau dalam pengobatan hipertensi.

- Kadar gula darah puasa ≥ 110 mg/dl atau dalam pemakaian obat-obatan penurunan gula darah.


Siapa saja yang biasanya menderita sindroma kardiometabolik?

1. Orang-orang dengan obesitas di daerah perut (meningkatnya lemak di perut/pinggang).

2. Orang-orang dengan diabetes mellitus atau yang mempunyai riwayat mellitus dalam keluarga.

3. Orang-orang dengan rasio TG / HDL kolestrol > 3.


Apa saja penyebab-penyebab sindroma kardiometabolik?

Sebab utama dari sindroma kardiometabolik ini tidak diketahui. Dikemukakan bahwa keadaan-keadaan yang membentuk sindroma kardiometabolik ini sangat erat hubunganya dengan resistensi insulin.


Resistensi insulin berarti tidak dapat digunakannya insulin secara efektif oleh tubuh/otot untuk menurunkan glukosa dan trigliserida. Ini akibat dari faktor genetik disertai adanya faktor-faktor cara hidup (lifestyle) seperti pola makan, aktifitas fisik, dan lingkungan serta meningkatnya ketegangan sehari-hari.


Apa saja resiko sindroma kardiometabolik terhadap kesehatan seseorang?

Kadar insulin dan glukosa yang tinggi sangat merugikan tubuh kita dengan dapat dirusaknya endotel pembuluh darah (sel-sel yang melapisi bagian dalam pembuluh darah) yang dapat memicu pembentukan kerak atherosclerosis dan ini dapat mengakibatkan pembuntutan aliran di pembuluh darah.


Bila terjadi di jantung maka secara klinis timbul stroke dan bila terjadi di pembuluh darah maka akan terjadi penyakit jantung koroner. Pembuluh darah di ginjal, mata, dan perifer juga dapat tersumbat dengan segala akibatnya. Perubahan di ginjal dapat mengganggu fungsi ginjal.

Hipertensi sendiri dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah di otak (stroke karena pendarahan) sehingga dapat menimbulkan stroke. Di samping itu, jantung dapat juga membesar akibat tekanan darah tinggi sehingga pada akhirnya dapat menyebabkan payah jantung.


Bagaimana cara mencegah dan menormalisai faktor-faktor resiko dalam sindroma kardiometabolik :

Aktifitas fisik yang kurang dan berat badan berlebihan merupakan kontributor yang utama dalam terjadinya sindroma kardiometabolik, maka latihan gerak tubuh (exercise) dan penurunan berat badan yang berlebihan dapat mengurangi atau mencegah komplikasi-komplikasi yang disebabkan sindroma ini.


Menurunkan sekitar 5-10% berat badan dapat memperbaiki kemampuan tubuh untuk mengurangi resistensi insulin. Exercise dapat memperbaiki kadar insulin. Jalan cepat kurang lebih 30 menit sehari dapat menurunkan berat badan, tekanan darah, kadar kolestrol, dan kemungkinan terjadinya diabetes mellitus.


Pola makan sehat, yakni makan makanan yang mengandung karbohidrat yang kompleks seperti roti gandum, beras merah, menghindari kue-kue, meningkatkan makanan yang berserat, buah-buahan dan sayur-sayuran dan mengurangi daging, sedangkan minyak yang sehat adalah minyak jagung, minyak zaitun dan kacang-kacangan.


(Disarikan dari “Seminar Kewaspadaan Masyarakat terhadap Sindroma Kardiometabolik”, Le Meridien Hotel, Jakarta, 15 November 2008)