“
Jelajahi Waktu di Forbidden City,
Negeri Tirai Bambu ini punya warisan budaya dan sejarah yang tak pernah habis mengundang decak kagum dunia. Selain Great Wall (Tembok Cina) dan Lapangan Merah (Tiannanmen),
The Forbidden City atau dalam bahasa
Kompleks istana ini dibangun tahun 1406 dan baru selesai pada tahun 1420. Masing-masing kamar tergabung dalam beberapa bangunan megah dengan arsitektur asli
Kawasan yang dilengkapi parit dan tembok setinggi sekitar 10 meter itu terbagi dalam dua bagian. Di bagian depan yang ada di bagian selatan, berisi enam bangunan utama tempat para kaisar menjalankan kegiatan mengurus kerajaan. Sementara di belakangnya atau bagian utara merupakan tempat tinggal kaisar dan keluarganya.
Warna kuning yang menjadi simbol kerajaan memang mendominasi warna keseluruhan dari
Di Forbidden City, bak terlempar ke masa lalu, mata terpuaskan oleh keindahan bangunan tradisionil China–sebuah bentuk arsitektur yang sangat kuat memengaruhi tidak hanya kebudayaan masyarakat Asia Timur. Pengamat arsitektur dunia menemukan bukan hanya Istana Kaisar Gia Long di Vietnam yang menjiplak secara persis bentuk Forbidden City, tapi juga bangunan The 5th Avenue Theatre di Seattle, Washington. Dari ceiling, panel pintu dan jendela, hingga kaca auditorium itu, tak pelak lagi, semua terinsipirasi Forbidden City.
Satu-satunya kekayaan yang mungkin tidak akan pernah berhasil dijiplak adalah peninggalan benda seni dan artefak-artefak sejarah yang tersimpan di Forbidden City yang kini juga dikenal sebagai Palace Museum. Menurut catatan pengelola, koleksinya mencapai 1,17 juta item. Meskipun sebagian koleksi ini juga disimpan di National Palace Museum, Taipei.
Dengan paket “Beijing Muslim Tour, 3 Hari 2 Malam” yang disediakan Toyayatra Tour and Travel, Meruya, Jakarta Barat Anda akan dibawa untuk menikmati kota sejarah nan indah, kental dengan nilai-nilai kultur leluhur China.
Kendati paket ini berlabel “Beijing Muslim Tour”, namun Putu Astiti Saraswati, Managing Director Toyayatra Tour and Travel, berujar, ”Tidak menutup kemungkinan untuk pengunjung yang berkeyakinan lain untuk serta merta dalam perjalanan ini.”
Tour and Travel yang semula hanya dibuka di Denpasar, Bali ini menawarkan destinasi Pulau Dewata sebagai yang lain dari yang pernah ada, yaitu “Bali Camping & Rafting Package”, yang bertempat di Toya Devasya Resort & Spa, tepi Danau Batur. Salah satu dari Paket ini memberikan suasana yang tottaly alam di mana peserta akan berkemah dengan fasilitas tenda yang bersih dan nyaman. (Bee)