30 Desember 2008

KIDS

Henri Lois, S. Psi

Psikolog di TK Asteros Jakarta



Menenangkan Amarah Si Kecil


Setiap anak pasti pernah mengalami emosi marah. Marah adalah satu jenis emosi yang paling sering dialami manusia. Usia emosi ini sudah lama, sejak manusia ada.


Dalam kesibukan sehari-hari yang kadang menimbulkan konflik, kemarahan yang tidak terkendali dapat menyebabkan berbagai penyakit dan gangguan belajar. Tips pendidikan edisi ini membahas tentang strategi untuk membantu si kecil mengelola kemarahan secara positif.


Emosi marah timbul sebagai suatu mekanisme pertahanan diri. Seorang anak bisa marah bila merasa adanya ketidak-adilan menimpa dirinya. Marah juga bisa terjadi karena adanya ketakutan yang terpendam, ketidak-matangan kecerdasan emosional dan teladan yang keliru dari orang tua. Orang tua yang pemarah cenderung akan membesarkan anak yang juga pemarah.


Karena pentingnya kecerdasan mengelola kemarahan, maka seorang anak perlu dibimbing untuk mengenali, mengolah dan menyalurkan rasa marahnya secara konstruktif. Tidak ada yang salah dengan marah, tetapi menjadi berbahaya bila anak terus menerus mengatasi konflik dengan cara marah. Kebiasaan tidak sehat ini dapat berlanjut hingga masa tuanya kelak dengan disertai peningkatan risiko penyakit.


Sejumlah penyakit yang berhubungan erat dengan emosi marah, antara lain tekanan darah tinggi, susah tidur, sakit kepala, dan sejenisnya. Hari ini, dengan tuntutan hidup yang semakin kompleks orang tua yang bijak perlu kreatf menumbuhkan keterampilan olah emosi anaknya.


Bicarakan Hal Yang Merisaukannya

Ajaklah anak untuk berdiskusi, dari hati ke hati, tentang aneka masalah yang mengganjal hatinya. Tanamkan padanya bahwa setiap masalah dapat dibicarakan dan dicarikan solusinya bersama-sama.


Menulis Buku Harian

Menulis adalah strategi yang ampuh untuk mengolah kemarahana anak. Berilah sebuah buku harian kosong yang tebal. Agar si kecil terbiasa menulis, orang tua harus memberi contoh. Biasakan menulis di buku harian tentang segala pengalaman yang dialami setiap hari.


Berolah Raga

Olah raga rutin membuat energi negatif tersalurkan. Olah raga melancarkan aliran darah dan memproduksi hormon yang baik untuk kesehatan.


Bersosialisasi

Dukunglah si kecil untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya. Ajarlah dia bahwa dalam permainan, kita harus belajar menghargai orang lain, menunggu giliran, berbagi dan saling toleransi. Anak-anak yang cerdas bersosialisasi akan lebih terampil mengelola emosi-emosi negatif dalam dirinya.


Kembangkan Hobi

Berilah kesempatan seluas-luasnya dan penghargaan yang sedalam-dalamnya kepada si kecil untuk mengembangkan hobinya. Dukunglah hobi yang positif. Tunjukkan padanya bahwa orang tuanya juga memiliki hobi tertentu yang menyenangkan untuk dilakukan.


Beribadah

Tanamkan nilai-nilai spiritual dalam diri anak. Berilah kesempatan padanya untuk merasakan kedamaian yang sejati berkat keheningan dan doa.


Belajar Memaafkan

Emosi marah yang membara dapat membuat tidur terganggu, prestasi belajar menurun dan kesehatan anak kita terpengaruh. Jangan biarkan kemarahan berlarut-larut. Latihlah anak untuk memaafkan dirinya sendiri dan orang lain. Memaafkan adalah perbuatan yang sangat mulia.


Sebenarnya, masih banyak cara lain untuk mengolah rasa marah. Setiap keluarga mempunyai cara yang unik yang sesuai dengan dirinya masing-masing. Tetaplah mencoba dan belajar untuk mengatasi rasa marah secara positif. Bukankah hidup menjadi lebih indah bila dijalani dengan senyum yang damai di pagi tanpa batas? Selamat mengolah emosi agar bahagia.